Pages

Wednesday, September 14, 2011

Barbara di Camp Nou


Melihat sosok Barbara Berlusconi di Camp Nou bikin saya pribadi sebagai Milanista cukup kaget. Barbara biasa muncul di pertandingan kandang, dan itu jamak terjadi. Tapi kemunculannya di Camp Nou adalah indikasi bahwa cewek ini bukan sekedar anak bos, tapi juga punya kepedulian tinggi kepada awak Milanello.

Apakah ada faktor Alexandre Pato disana, yang memang pacarnya sebagai pemicu kedatangannya? Tidak. Bahkan dalam hubungannya dengan mercato pemain, dia pernah berkata bahwa semua pemain Milan bisa dijual, termasuk Pato. "Pato tidak bisa dijual? Semua pemain berpotensi untuk dijual. Tak terkecuali Pato." Begitu jelasnya suatu kali.


Terlepas dari berbagai teori, kehadirannya menonton di Camp Nou memberi semangat untuk menghadapi tim terbaik dunia adalah spirit yang patut dipuji dari seorang calon pimpinan Milan di masa depan. Barbara knows Pato, Barbara knows calcio, and now Barbara knows european football.

“Mimpi kami adalah melihat Milan meraih sukses sepanjang 25 tahun berikutnya. Apalagi, ini adalah klub dengan koleksi trofi yang paling banyak dibanding klub-klub lain di dunia dan kami tak ingin kehilangan rekor itu.”

Itulah visi tajam dari seorang Barbara.

Menyangkut pertandingan yang akhirnya berakhir imbang 2-2 itu, Barbara berkomentar singkat. "Ini adalah malam yang emosional dan banyak penderitaan, tapi inilah sepakbola. Malam ini tak akan terlupakan"

"Kami melawan tim terbaik di dunia. Kami sukses meraih hasil imbang di Camp Nou, sebuah hal yang tak mudah. Kami mampu menjaga kepala tetap tinggi. Milan terbukti tampil solid, kompak, dan mencetak dua gol bagus. Apalagi Pato juga mencetak gol"

"Kami menghadapi tim terbaik dunia dan mampu menjaga kepala tetap tinggi. Milan terbukti tampil solid, kompak, dan mencetak dua gol bagus."

Forza Barbara! Forza Milan!!

Sunday, August 7, 2011

Mr. X Cepatlah datang!

Menyaksikan pertandingan yang dilakoni Milan selama pramusim ini, termasuk gelaran Supercoppa Italiana di Birds Nest Stadium Beijing kemarin menyisakan sedikit kekhawatiran dari tifosi, termasuk saya.

Milan memang gak pernah kalah di pre-season ini. Di Audi Cup mereka imbang 1-1 dengan Bayern Muenchen, dan 2-2 lawan Internacional, kemudian kalah adu penalti. Tapi yang lebih patut dicermati adalah permainannya. Lawan Bayern, kelihatan bek sayap Milan Abate dan Taiwo belum siap menghadapi winger kelas dunia macam Arjen Robben dan Thomas Mueller. Memang Milan gak kebobolan banyak, tapi serangan sayap Die Rotten juga membuat para gelandang Milan kehilangan konsentrasi dan membuat mereka lupa pada tugasnya menata permainan karena harus membantu pertahanan.

Lawan Internacional lebih baik. Milan mampu mengkreasi banyak peluang yang sayangnya hanya 2 gol yang tercipta, dan sayangnya pula harus kebobolan 2 'cheap goal'. Dan dari duel ini terlihat kepantasan Cassano sebagai pemain Milan. Sentuhan magisnya sangat kita butuhkan disaat kritis.

Semalam lawan Inter, saya memang gak nonton, tapi dari yang saya baca dan dengar dari yg menonton, permainan Milan di babak pertama kurang memuaskan. Milan banyak ditekan Inter dan para gelandang tidak menemukan permainan terbaiknya. Banyak yg mengkritik permainan Gattuso & Seedorf di babak pertama. Tapi di babak kedua untungnya tangan dingin Max Allegri berhasil mengubah jalannya pertandingan. Permainan Seedorf dan Boateng jauh membaik yg ujung2nya 2 gol tercipta dan memutarbalikkan keadaan.

Tapi diatas itu semua, Milan sebagai tim yg mengincar semua gelar di 2011/2012 butuh lini tengah yg lebih siap dan mampu menentukan jalannya pertandingan sejak awal. Seedorf memang bisa diandalkan dalam beberapa situasi, tapi kecepatannya sudah gak bisa lagi diandalkan. Gattuso juga sama. Sementara Boateng lebih bertipe box to box midfielder yg sangat powerful tapi bukanlah seorang penentu atau playmaker.

Untuk itu, kehadiran 1 orang gelandang kiri yang dicari2 selama ini memang sangat dibutuhkan. Dia akan mampu mengubah pola kerja lini tengah Milan secara keseluruhan, dan menginisiasi serangan dengan warna baru yg belum terbaca oleh rival2 Milan. Siapa orangnya? Montolivo dan Aquilani sekarang paling sering disebut2, sementara Cesc Fabregas relatif hanya impian seperti layaknya Marek Hamsik yang malah gak pernah disebut2 lagi.

Montolivo bukan seorang gelandang kiri, dia lebih ditengah atau kanan. Karakter playmaker ada padanya, serta punya tendangan jarak jauh bagus. Montolivo adalah pemimpin lini tengah Gli Azzuri yang tengah membangun kekuatan pasca kehancuran masif di Piala Dunia lalu. Menyenangkan punya pemain seperti ini di sebuah tim. Monty mungkin bisa mengisi pos Gattuso atau bahkan Van Bommel, sementara Seedorf dan Urby tetap bergantian di pos kiri.

Aquilani dilain pihak berkarakter playmaker dan berteknik tinggi, bisa bermain di kiri, dan disia-siakan Liverpool yang lebih memilih Charlie Adam. King Kenny Dalglish mungkin belum pernah menonton video Aquilani pernah lihat videonya melakukan umpan rabona pada saat Roma menghadapi Milan, yang berujung gol Totti ke gawang Nelson Dida.

Kalau boleh pilih, saya pilih keduanya berbaju Milan. Keduanya adalah aset besar dalam persepakbolaan Italia. Kesimpulannya, Aquilani atau Montolivo bisa jadi solusi. Dari ranah Bavaria, ada nama Bastian Schweinsteiger. Schweini sangat menonjol permainannya saat menjadi playmaker di Piala Dunia 2010, dan dia jelas bisa ditempatkan sebagai gelandang kiri. Tapi, keengganan Bayern melepasnya adalah sebuah kesulitan buat Milan, yang budgetnya terbatas.

Ada pula opsi mendatangkan ex-golden boy Ricardo Kaka. Tapi Milan akan berjudi jika mendatangkannya. Injury prone dan inkonsistensi permainannya sejak meninggalkan Milanello adalah sebuah nilai minus, belum lagi fakta bahwa ex bintang kebanyakan gagal jika melakukan come back ke san siro. Tapi bisa ditebak, Berlusconi dan Galliani paling menyukai Kaka dibanding kesemua kandidat Mr. X, ditambah rumor yang mengatakan harga Kaka bisa didiskon hingga 'hanya' 11 juta euro saja.

Sementara di lini penggedor, para petinggi kelihatan gak ada puasnya. Sudah punya Ibra, Pato, Robinho, Pippo, Cassano dan Paloschi tapi masih aja mengharapkan Balotelli. Ada keyakinan bahwa Milan adalah tempat pemulihan pemain bandel dengan sikap kekeluargaan yg ditawarkan. Fakta bahwa Balotelli seorang Milanista juga diyakini akan meredam super-ego sang wonderkid jika jadi bergabung. Tapi saya sendiri gak rela jika harus mengorbankan 1 dari 6 striker kita bahkan untuk seorang Balotelli. 2-3 tahun lagi mungkin Balotelli baru bisa berguna untuk Milan. Selama ini, Super-Mario lebih banyak membuat sensasi daripada prestasi. Mendatangkannya lebih baik dengan status pinjaman, itupun kalau ada salah satu attacante Milan ada yg hengkang.

Segeralah datang, Mr. X!!

Forza Milan!!

Saturday, August 6, 2011

Sensasi Paris Saint Germain



Paris Saint Germain. Biasa disebut Paris SG, atau PSG. Klub di ibukota Perancis ini sebenarnya bisa dibilang pemain baru dalam dunia sepakbola. Klub ini baru berdiri di tahun 1970 hasil merger dari Paris FC dan Stade Saint Germain. Paris FC sendiri masih ada, tapi sayangnya mereka masih berkutat di kompetisi amatir. Padahal Mamadou Sakho, pemain paling berbakat PSG berasal dari Paris FC, begitu pula Pelatih Prancis di Euro 2000, Roger Lemerre yang mengawali karir manajerialnya disini.

Kembali ke PSG, layaknya darah muda, usia tidak menghalangi mereka untuk membuat sensasi, dan tentu saja prestasi. Sensasi mereka tentu saja rivalitas besar dengan Olympique Marseille. Rivalitas ini adalah yang terbesar di Prancis, salah satu yang klasik di sepakbola eropa. Setiap mereka bertanding, pengamanan ditingkatkan sampai 10 kali lipat.

PSG adalah klub besar, yang memiliki pemain-pemain besar di setiap musimnya. Tercatat salah satu duet terbaik eropa 90an, David Ginola dan George Weah pernah bermain disana. Weah adalah pemain terbaik dunia tahun 1995, sementara Ginola adalah pria tertampan di Paris menurut wanita-wanita disana. Mereka juga pernah diperkuat oleh Leonardo, paul Le Guen, Bernard Lama, Vincent Guerin, Patrice Loko, Marco Simone, Youri Djorkaeff, sampai Ronaldinho.

Musim lalu dengan pelatih Antoine Komboure, PSG mencicipi papan atas Ligue 1 dengan mengandalkan pemain-pemain veteran seperti Claude Makelele, Ludovic Giuly, dan Gregory Coupet dengan pemain-pemain muda seperti Nene, Mamadou Sakho, Clement Chantome dan Guilaume Hoarau.

Tanggal 31 Mei 2011 ini mungkin tanggal paling bersejarah bagi klub kebanggaan kota mode dunia ini. PSG dibeli oleh Qatar Investment Authority. Mereka membeli 70% saham mayoritas, menjadikan pemilik sebelumbya, Colony Capital menjadi hanya memiliki 29% saja. Seperti halnya para sheik dari timur tengah, PSG kini merasakan nasib yang sama seperti Manchester City dan Malaga, jadi orang kaya baru!

Benar saja, PSG langsung mengumumkan penunjukan Leonardo sebagai Direktur Teknik. Gebrakan langsung terasa di bursa transfer. Dalam waktu 2 bulan, mereka mendatangkan Blaise Matuidi dan Milan Bisevac dari Valenciennes, Kevin Gameiro dari Lorient, Jeremy Menez dari AS Roma, Salvatore Sirigu dari Palermo, dan yang paling fenomenal yaitu Javier Pastore, rekan Sirigu dari Palermo. Pengejaran mereka belum berhenti sampai disitu, dikabarkan mereka mengincar Dimitar Berbatov (Manchester United) dan Joe Cole, yang disia-siakan Liverpool.


Iming-iming gaji besar dan pesona kota Paris adalah pemikat utama para pemain itu untuk bergabung. PSG adalah calon penguasa tunggal liga Prancis, yang beberapa waktu lalu dikuasai oleh Olympique Lyon dengan gelar liga 7 musim beruntun.

Saya adalah pendukung PSG sejak 90an, selain AC Milan dan Barcelona tentunya. Musim depan, klub-klub yang saya dukung ini akan berprestasi maksimal! Mudah-mudahan.

Monday, August 1, 2011

Playmaker Indonesia?

Playmaker. Trequartista. Fantasista. Atau apapun sebutannya dalam sepakbola adalah seorang pemain yang memiliki karakteristik spesial. Spesial karena lewat pemain di posisi inilah sering kali permainan sebuah tim bergantung. Pemain ini menghubungkan lini depan dan belakang, biasanya bernomor punggung 10, memiliki visi yang jelas dalam permainan dan utamanya adalah mempraktekkan strategi pelatih kedalam lapangan. Pemain seperti Johan Cruyff, Zinedine Zidane maupun Maradona seringkali sendirian menentukan hasil pertandingan timnya. Pemain ini adalah roh dari tim, pemain ini adalah strategi dari tim itu sendiri. Itulah playmaker pada tingkat tertingginya.

Ada juga pemain yang menentukan alur permainan tim. Bermain cepat, lambat, direct maupun dari kaki ke kaki layaknya seorang dirigen dalam simfoni musik. Andrea Pirlo, Xavi Hernandez, Xabi Alonso adalah contoh dari sedikit pemain tersebut. Bahkan ada sebutan lazy wizard, sebutan untuk seorang pengatur serangan yang malas berlari tapi punya skill luar biasa seperti Juan Roman Riquelme ataupun almarhum Socrates.

Di Indonesia, pemain dengan posisi dan peran seperti maestro diatas sebenarnya cukup banyak dihasilkan pada tahun 80-90an, hanya dengan tingkatan prestasi dan kebintangan yang berbeda dari playmaker-playmaker dunia tersebut. Terhitung Yoesoef Bachtiar, Fachry Husaini, Ansyari Lubis, Francis Wewengkang hingga Eduard Ivakdalam. Mereka adalah pengatur permainan papan atas Indonesia pada masa jayanya.

Tetapi dalam 10 tahun terakhir ini, pemain Indonesia berkarakter demikian sangat langka. Tercatat hanya Firman Utina, Ahmad Bustomi dan kini Egi Melgiansyah saja yang memiliki kemampuan mengatur permainan. Mantan pelatih Alfred Riedl bukannya tidak menyadari permasalahan ini. Dia mengeluhkan terbatasnya pemain lokal berposisi playmaker di kompetisi Liga Indonesia.

Anehnya, ini adalah fenomena yang mulai terjadi sejak kepemimpinan rezim sebelum sekarang. Posisi pemain-pemain ini di klub Liga Indonesia sudah nyaman diduduki pemain-pemain asing. Zah Rahan, Danilo Fernando, Ronald Fagundez, Milijan Radovic sampai Robertino Pugliara semuanya bukan pemain lokal. Gelandang-gelandang lokal kebanyakan berposisi sebagai gelandang bertahan yang berkarakter keras, bukan karakter flamboyan, karena memang posisi pengatur permainan seolah sudah dipatenkan untuk pemain asing. Ada juga pendapat kerasnya permainan di Indonesia juga menjadi faktor terkikisnya peran seorang fantasista. Keras karena karakter atau keras karena wasit sering membiarkan pelanggaran berbahaya terjadi tanpa dihukum? Tanya kenapa.

Seperti apapun strategi tim, dan se-rigid apapun formasi sebuah tim, peranan playmaker tetaplah penting. Manchester United walaupun terkenal memberikan nomor 10nya kepada striker utama, tetap merindukan Paul Scholes yang memiliki kemampuan memegang kendali permainan. Seperti halnya Jerman yang mampu memaksimalkan Bastian Schweinsteiger dan Mesut Ozil di akhir era Michael Ballack.

Untuk itu semoga klub-klub Indonesia, khususnya ISL berani memberikan kepercayaan posisi strategis ini kepada pemain lokal. Hanya Firman, Bustomi dan Egi sebagai output dari kompetisi dalam bentuk playmaker bukanlah hal baik bagi persepakbolaan Indonesia, khususnya tim nasional. Kita butuh playmaker lokal berkualitas internasional. Malaysia sekarang punya Baddrol dan Safiq. Indonesia tentu butuh sesosok playmaker yang bisa bermain di wilayah setengah lapangan lawan, sehingga serangan tidak melulu melalui long-pass dari full-back ataupun gelandang bertahan, serta tidak sporadis mengandalkan kecepatan lari striker. Permainan seperti itu jelas sudah usang, dan pastinya tidak menarik dan terbaca lawan.

Pemain tidak bisa disalahkan, karena timnas yang kita saksikan adalah produk dari kompetisi. Apa yang kita saksikan bersama adalah cerminan kompetisi kita. Permainan keras, tekel berbahaya, umpan lambung, serangan sporadis, mental labil adalah pemandangan yang akan kita tetap saksikan, dan kekalahan akan tetap kita akrabi. Kata-kata pelipur lara akan terus jadi sahabat kita, dan adik-adik kita penggemar sepakbola dan calon penerus penghuni timnas hanya akan bisa mendengar cerita pedih kekalahan senior-seniornya. Jika ingin melihat pemain dengan visi sebaik Paul Scholes, umpan seakurat Andrea Pirlo dan daya jelajah sejauh Ramires dan punya prestasi secemerlang mereka, atau perkembangan sepesat timnas Jepang, kita harus merubah semuanya. Merubah sikap dan pendekatan, dimulai dari merubah kompetisi.

Selamatkan sepakbola Indonesia!

Monday, July 18, 2011

Milan Legend 4 September 2011

Milan Squad 2011 (sampai 18 Juli 2011)

Skuad Milan sampai hari ini (18 Juli 2011):

Portierri:
Christian Abbiati
Marco Amelia
Flavio Roma

Diffensori:
Ignazio Abate
Alessandro Nesta
Thiago Silva
TAYE TAIWO
Massimo Oddo
PHILLIPE MEXES
Mario Yepes
Gianluca Zambrotta
Danielle Bonera
Luca Antonini

Centrocampisti:
Mark Van Bommel
Gennaro Gattuso
Claerence Seedorf
Kevin Prince Boateng
Massimo Ambrosini
Mathieu Flamini
Urby Emmanuelson
STEPHAN EL-SHAARAWY
Rodney Strasser

Attacanti:
Alexandre Pato
Zlatan Ibrahimovic
Robinho
Antonio Cassano
Filippo Inzaghi
ALBERTO PALOSCHI

Wednesday, June 8, 2011

Mr. X Milan

Banyak spekulasi menyangkut siapa sih Mr. X yang diincar Milan. Sebagai peraih scudetto, pasaran Milan memang lagi menanjak, ditambah permainan menyerang dan pertahanan kokoh, gak heran Milan menjadi tujuan berkarir banyak pemain bagus. Sumber2 yang berhasil saya rangkum menyangkut si Mr. X adalah:
1. Seorang pemegang paspor Uni-Eropa
2. Tinggi 183 cm
3. Rambut sedang
4. Gerakan tangkas dan kaki yang bagus (maksudnya umpan dan tendangan bagus)
5. Bermain di serie a

So? Siapa? Kalo menurut saya sih... Marek Hamsik...

Monday, May 30, 2011

Milan, Dari London ke Muenchen

Ngomong2, kenapa sih petinggi Milan pergi ke London? Yah selain plesiran dan nonton Final UCL yang menampilkan pelajaran bermain bola dari Barca ke MU, tentu mereka punya agenda lain dong..

Nah, situs www.football365.com melansir berita soal Tottenham Hotspurs. Apa istimewanya Spurs bagi Milan, selain menyingkirkan kita di babak knock out UCL tahun ini? Ternyata posisi 5 bukanlah sesuatu yang membanggakan buat klub asuhan Harry Redknapp ini, setelah tahun lalu mereka berhasil duduk rapi di pos ke 4.

Spurs, yang memiliki skuad yang cukup gemuk, dikabarkan berniat mereparasi skuadnya itu dengan cara menjual pemain2nya. football365 menuliskan bahwa Spurs mempunyai banyak pemain siap jual. Sebut saja kiper mereka Heurelho Gomes. Kiper ini sebetulnya tangguh dan mampu banyak melakukan penyelamatan berkelas, tapi sayang inkonsistensi berupa blunder juga beberapa kali dia lakukan. Selain itu, Wilson Palacios, Alan Hutton, Vedran Corluka, Jermain Defoe, Roman Pavlyuchenko, Jermain Jenas, Robbie Keane, Niko Kranjcar, dan Jamie O'Hara juga dikabarkan masuk dafar jual.

Sayangnya dari daftar tersebut gak ada satupun yang diminati Milan. Milan malah dikabarkan berminat kepada Gareth Bale, Sandro, dan Rafael Van der Vaart, yang justru menyandang status not for sale.

Diluar berita Milan, Spurs juga dikabarkan menjajaki pertukaran antara Luka Modric dengan ex anak emas mereka, Dimitar Berbatov, yang posisinya di MU telah resmi disabotasi Javier Chicharito Hernandez.

Dari dalam negeri Pizza, Presiden Palermo menyatakan Javier Pastore bisa aja meninggalkan tim. Dan Milan bukan rahasia lagi adalah salah satu pengagum Pastore, yang fasih bermain sebagai gelandang serang maupun gelandang tengah. Tapi Pastore bisa jadi adalah the hottest property di musim panas nanti. Barcelona, Madrid, MU, Chelsea, Manchester City sampai Inter Milan berminat pada pemuda yang kedua kakinya sama-sama hidup ini.

Terakhir hari ini saya baca beritanya (silahkan googling transfer player 2011 atau transfer pemain Milan), Tim kebanggaan kita semua ini tertarik pada kuartet Muenchen: Frank Ribery, Arjen Robben, Bastian Schweinsteiger dan Miroslav Klose. Untuk Robbery (Robben-Ribery) mungkin agak sulit karena harga mereka pasti selangit mengingat peran pivot mereka berdua dalam tim peraih juara Bundesliga terbanyak itu. Klose, yang kontraknya habis musim panas ini dapat menjadi alternatif yang baik jika Milan gagal mendatangkan Demba Ba atau Didier Drogba. Untuk Schweini sudah dibahas pada artikel sebelumnya. Klose (32), striker keturunan Polandia ini memang sebuah anomali, tampil biasa saja di klub, tapi tampil bagus di timnas Jerman, dengan sumbangsih nyata 14 gol di Piala Dunia (2002, 2006, 2010).

Milan transfer update 30 Mei 2011

Petualangan petinggi Milan di London dikabarkan semakin seru, setelah muncul nama Rafael Van der Vaart, Francesc Fabregas, Michael Essien kini turut muncul gelandang jangkar Tottenham Hotspurs, Sandro, penyerang West Ham Demba Ba, serta striker Chelsea: DIDIER DROGBA!

Sandro adalah rekrutan spurs musim 2010/2011 dari klub Brazil Internacional, seorang gelandang bertahan berusia 22 tahun yang belakangan dipercaya mengisi pos jangkar spurs dan tampil cukup impresif.

Sementara Demba Ba adalah seorang striker kokoh bertinggi 1,9 m berkebangsaan Senegal yang pertengahan musim lalu dipinjam West Ham United dari klub lamanya Hoffenheim. Ba mampu mencetak 7 gol sejak didatangkan 6 bulan lalu, tapi gagal menyelamatkan West Ham dari jeratan degradasi.

Milan dikabarkan mencari seorang gelandang serang dan seorang striker untuk menjadi deputi Zlatan Ibrahimovic sebagai prioritas, setelah sebelumnya dikabarkan mencari seorang gelandang kiri dan seorang gelandang bertahan. Kemunculan nama Drogba dan Demba Ba di pos deputi Ibra jadi merupakan sebuah hal yang wajar.

London semakin panas!! Nantikan kabar selanjutnya!!
Forza Milan!!

Milan: Transfer update per Mei 2011

28 Mei: Berlusconi say no terhadap Marek Hamsik, gelandang tengah Napoli. "Kami tidak akan mengambil icon tim lain"

Pada hari yg sama, Milan juga dikabarkan berminat pada gelandang tengah top Jerman, Bastian Schweinsteiger. Schweini diminati karena kemampuannya sebagai playmaker dan punya gaya mirip Andrea Pirlo.

Sementara soal Paulo Ganso, dilaporkan Milan mungkin akan mendaratkannya ke San Siro pada bursa transfer Januari 2012 mendatang.

From: footballpress.net

Sunday, May 29, 2011

Mr. X incaran Milan

Baru2 ini Berlusconi menjanjikan akan mendatangkan pemain superstar ke Milanello, dan itu adalah kejutan besarnya pada bulan Agustus nanti. Posisi si Mr X itu adalah sudah pasti gelandang tengah pengganti Andrea Pirlo, sang legenda yang pindah ke Juventus.

Sebagai pengganti 'Si Arsitek' Pirlo, tentu pemain yang akan didatangkan bukanlah yang sembarangan kualitasnya. Seperti halnya Pirlo yang menguasai lini tengah Milan dalam 10 tahun terakhir, Mr X ini juga harus mampu menjadi sosok sentral di lini paling vital Milan. Dan seperti yang sudah sama2 kita tau, bahwa direksi Milan mulai mengutamakan peremajaan tim, kali ini yang akan merapat ke San Siro adalah pemain bintang yang usianya masih muda, maksimal 25 tahun.

Ada beberapa pemikiran lain, yaitu membeli 2 orang pemain 'bintang' yang levelnya setingkat dibawah 'superstar'. 1 pemain superstar udah pasti bakal menyedot kas, dan sudah pasti hanya bisa 1 orang saja yang didatangkan. Kalo statusnya bintang, Milan rasanya mampu menyanggupi sebanyak 2 orang.

Superstar itu adalah Francesc Fabregas.

Bintang itu adalah Rafael Van der Vaart, Paulo Ganso, Gareth Bale, Michael Essien, Bastian Schweinsteiger dan Marek Hamsik. Serta ada juga calon bintang asal Udinese yaitu Kwando Asamoah (20 tahun) dan wonderkid River Plate, Erik Lamela (19 tahun).

Dengan uzurnya Seedorf, Gattuso, Ambrosini, dan Van Bommel,tentunya riskan mengandalkan mereka untuk menopang lini tengah Milan selama semusim. Tambahan darah segar tentunya akan sangat membantu, dan tentunya dikombinasikan dengan Flamini, Merkel dan Strasser yang makin matang.

Siapapun Mr X itu, sangat patut untuk ditunggu! FORZA MILAN!!

Sunday, May 22, 2011

Tuhan, tolong selamatkan sepakbola Indonesia



Perkembangan yang terjadi belakangan ini di PSSI bikin gue sebagai penikmat bola jadi super sedih, dan bikin gue mandek bikin tulisan soal AC Milan. Gimana nggak? Sepakbola adalah darah gue, yang gak pernah sedikitpun gue bisa lupa. Gue juga orang Indonesia dimana dari gue lahir 27 tahun lalu sampe sekarang kesulitan membentuk 11 pemain tangguh plus 7-8 pemain cadangan terbaik dari ratusan juta rakyat aja kita kagak pernah mampu.

Nah sekarang jangankan punya skuad timnas yang hebat dan disegani, mau pilih ketua umum PSSI aja susahnya minta ampun. Kenapa susahnya minta ampun? Soalnya orang2 yang ada di kongres adalah orang2 yang cuma peduli sama golongannya sendiri, bakal calonnya sendiri, atau lebih jauh lagi kekuasaannya sendiri. Sepakbola bisa jadi alat propaganda politik yang sangat ampuh, coi. Liat aja Silvio Berlusconi yang bisa jadi perdana menteri berkat kesuksesannya bikin AC Milan merajai Eropa pada awal 90'an, dan sekarang dia mulai melibatkan anaknya yang cakep yaitu Barbara untuk melanjutkan perjuangannya.

Ngeliat para pengacau kongres PSSI sama aja ngeliat badut-badut beraksi di ancol. Mereka sama sekali gak ngerti apa yang mereka perbuat, mereka katakan atau mereka pikirkan karena di otak mereka cuma ada 1: kekuasaan. Mereka gak peduli lagi sama sepakbola, mereka mungkin aja bahkan emang sebelumnya gak pernah ngerti bola. Lalu, mana ada ketulusan dan kebaikan kalo yang ada di pikiran mereka hanyalah kekuasaan? Ya, kekuasaan dan kebodohan. Kenapa kebodohan? Karena ada salah satu peserta yang melihat kehadiran sekjen FIFA Jerome Valcke adalah intervensi bangsa asing. Preettt.. Yang ngomong gitu mending nyebur sumur aja deh, masa FIFA yang notabene organisasi sepakbola dunia dimana Indonesia adalah salah satu anggotanya dibilang bentuk intervensi bangsa asing? Ya.. Nyebur sumur aja biar otak lo dingin dan bisa mikir jernih.


Entah sampe kapan bangsa kita ribut melulu kaya begini. Ngurus sepakbola aja kagak becus, apalagi ngurus negara yang punya 230 juta rakyat. Masih seger banget dalam ingatan bagaimana bangsa kita begitu jumawa dan tentunya norak saat timnas melaju ke final piala AFF, mereka seolah diperlakukan seperti layaknya kita udah menang aja, padahal sama sekali belom tanding. Kemenangan2 telak atas negara2 yang padahal kualitasnya dibawah kita langsung di blow up habis2an padahal kita emang biasa menang lawan negara2 itu. Semua orang mendadak punya baju Irfan Bachdim dan Cristian Gonzalez, muka mereka ada dimana-mana. Yah memang inilah fenomena sebuah bangsa yang haus akan sosok, figur dan cerita kejayaan. Belom menang aja udah gede bacotnya.

Sekarang Nurdin Halid dan antek2nya udah ditendang, apa semua udah selesai? Ternyata belum tuh. Gue khawatir kongres ini malah bakal menghasilkan Nurdin-Nurdin baru, yang bukannya memajukan sepakbola malah sebaliknya bikin sepakbola kita makin terpuruk lagi. Gak usah kesitu dulu deh, untuk milih ketum dan wakil ketum aja sampe ribut dan pake urat leher. Udah ketauan orang2 macam apa tuh yang ngacauin kongres.


Satu hal yang bikin gue sebagai orang awam penikmat bola sedih adalah ancaman sanksi FIFA. Kalo bener terealisasi, ancaman itu bakal nendang bangsa kita dari percaturan sepakbola internasional. Kalo sampe banned, kita bakal gak bisa lagi rame2 datang ke GBK buat teriakin dukungan buat 11 putra terbaik bangsa dalam wujud timnas Indonesia. Gak ada lagi nama kita di kualifikasi piala dunia, yang berarti kita gak bakal bisa ikut piala dunia, yang dengan kondisi gak kena sanksi aja udah susah buat bisa masuk kesana. Lalu, gimana nanti nasib anak gue yang mau gue didik jadi pesepakbola kalo situasi PSSI carut marut kaya begini? Gue gak mau anak gue jadi konsultan kaya gue. Mungkin banyak diantara kita berpikiran sama.


Akhir dari cerita dan drama ini kita belum tau, dan mudah2an bukan yang terburuk buat bangsa kita, khususnya sepakbola kita. Jadi saya mohon Tuhan, selamatkanlah sepakbola Indonesia. Amin.

Aditya Nugroho

Tuesday, May 17, 2011

Mexes in Milan shirt


Akhirnya didapatkan juga pemain belakang tangguh calon penerus Alessandro Nesta! Berikut komentar Mexes:
"It's official. I've signed a 4-year contract with Milan".
"I'm happy to join this great club which is one of biggest in Italy and in the world".
"I'm very proud. Especially when I see this new shirt with the Scudetto emblem on it".

Welcome aboard, dude!!

The old guard

Bicara Milan, memang gak bisa lepas dari pemain2 senior. Pemain yang sudah berusia diatas 30 tahun ini biasa disebut "the old guard". Pemain-pemain ini bukan sekedar pemain penghangat bangku cadangan, tapi sebagian dari mereka masih ada yang menjadi tulang punggung tim.

Banyak pertimbangan yang diambil manajemen Milan untuk mempertahankan para old guard. Faktor utama adalah pengalaman. Pemain2 ini sangat matang dan mampu mengatasi tekanan. Ekspos media terhadap mereka relatif lebih rendah karena sudah dianggap melewati masa keemasan. Justru inilah yang bisa diambil manfaatnya, karena dengan demikian mereka bisa total bermain sepakbola tanpa banyak gangguan. Kedua adalah masalah profesionalisme. Pemain2 ini adalah mentor bagi pemain muda Milan macam Alexandre Pato maupun Ignazio Abate. Mereka menularkan mental juara, yang memang sudah menjadi tradisi bagi Milan sebagai klub pengumpul trofi terbanyak di dunia. Ketiga adalah pemain2 ini mampu membawa suasana positif baik di lapangan, ruang ganti, maupun saat berlatih. Tidak ada ego kebintangan dari pemain2 ini, yang ada malah suasana kekeluargaan yang kental. Tidak mengherankan kalau pemain2 bengal macam Ibrahimovic sampai Cassano seolah menemukan rumahnya. Dan faktor terakhir adalah kecanggihan Milan lab, yaitu pusat kebugaran Milan yang menjadi sarana bagi para pemain untuk memulihkan cedera dengan cepat serta menerapkan metode latihan yang menghindari cedera. Tidak heran Paolo Maldini mampu bermain hingga usia 39, dan Alessandro Costacurta hingga 40 tahun.

i musim 2010/2011 dimana Milan keluar sebagai jawara Italia, peran the old guard tidak bisa dikesampingkan, mereka antara lain:

1. Clarence Seedorf
Pemain berusaia 35 tahun ini bersinar saat Milan melakukan sprint akhir. Perannya saat Milan memenangi derby sangat sentral, dimana dia memegang kendali lapangan tengah dan dengan visinya yang luar biasa mampu memanjakan para penyerang seperti Pato dan Robinho. Sempat tampil mengecewakan hingga pertengahan musim hingga dijuluki 'slowdorf', tapi diakhir musim tampil sangat dominan sehingga dijuluki 'seedorfinho'.

2. Alessandro Nesta
Walau sudah berusia 34, peran sentralnya di lini belakang masih tidak tergantikan. Kehadirannya mampu memunculkan potensi luar biasa Thiago Silva, rekan duetnya yang 9 tahun lebih muda. Ketenangan, tackling dan interceptnya masih salah satu yang terbaik di dunia. Kelemahannya hanya masalah rentan cedera.

3. Christian Abbiati
Portierre berusia 33 tahun ini tampil konsisten sepanjang musim walau semula diproyeksikan untuk menjadi deputi dari Marco Amelia. Penyelamatannya ketika derby sangat berkelas dan nyaris mustahil.

4. Mark Van Bommel
Ini adalah perekrutan terbaik Milan pada bursa transfer musim dingin. Walau debutnya sebagai pemain di serie a diwarnai kartu merah, namun dia segera menunjukkan kelasnya di pertandingan selanjutnya hingga akhir kompetisi. Kemampuan bertahannya mengesankan Max Allegri, sampai Andrea Pirlo yang sudah 10 tahun terakhir menempati posisinya bisa tersingkir dan terancam tidak mendapat perpanjangan kontrak. Peran kotornya membuat Seedorf dan Boateng mampu tampil lepas membantu penyerangan.

5. Gennaro Gattuso
Kapten kedua Milan ini menemukan kembali permainan terbaiknya musim ini. Dirinya kembali dipercaya menjadi starter setelah musim lalu dibawah kepelatihan Leonardo hanya menghangatkan bangku cadangan. Pemain ini memiliki pengaruh besar diruang ganti, dan gaya ngototnya mampu membuat lawan takut.

Nama-nama gaek lain seperti kapten Massimo Ambrosini, Andrea Pirlo, Filippo Inzaghi, Mario Yepes, Gianluca Zambrotta, dan Massimo Oddo mungkin lebih banyak menghuni bangku cadangan karena masalah kebugaran, namun jika dipercaya tampil mereka juga tidak mengecewakan. Zambrotta misalnya, disaat Luca Antonini kehilangan konsistensi, dialah yang tampil stabil menggantikannya hingga akhir musim. Begitu pula Yepes yang mampu melapis Nesta, serta Inzaghi yang sempat membuat 2 gol ke gawang tim sebesar Real Madrid di babak penyisihan liga champions.

Jadi, siapa bilang pemain tua tidak berguna?

Monday, May 16, 2011

Barbara Berlusconi dan AC Milan


SEBAGAI putri dari Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi, Barbara Berlusconi kerap dibandingkan dengan Ivanka Trump, anak pengusaha sukses Amerika Serikat, Donald Trump. Hal itu tidak menghentikan langkah perempuan berusia 26 tahun ini untuk menjadi apa pun yang ia inginkan.

Menjadi seorang Berlusconi di negeri pizza, sama seperti berasal dari keluarga dengan kekuasaan politis bak Kennedy. Sebagai putri kedua dari miliarder Italia, Barbara juga menjadi ahli waris dari kerajaan bisnis ayahnya yang membentang dari industri pertelevisian, penerbitan, iklan, perbankan, asuransi, serta olahraga.

Media massa memang menjadi inti bisnis keluarga tersebut. Melalui kerajaan Mediaset dan sebagai kepala pemerintahan, Berlusconi dilaporkan memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung, terhadap lebih dari sekitar 90 persen televisi Italia. Meski demikian, pengaruh tersebut tidak mampu memberangus pers oposisi yang melaporkan dugaan ketidakberesan keuangan perusaah, serta kejanggalan seksual yang dimiliki perdana menteri Italia tersebut.

"Memang benar bahwa aku adalah putri Berlusconi. Tetapi, hal itu tidak menghentikanku menjadi orang yang mandiri dengan pikiranku sendiri. Nama Berlusconi dihargai oleh banyak orang. Banyak yang percaya kepadanya, dan banyak orang pula yang merasakan kebingungan tertentu. Aku tidak dapat menyangkal asal-usul keluargaku. Tapi, aku menjalani hidup dengan caraku sendiri" ujarnya suatu kali.

Moralitas
Dilahirkan di Arlesheim, Swiss, pada 30 Juli 1984, Barbara mengambil studi filsafat di University Vita-Salute San Raffaele. Namun, jangan membayangkan masa remajanya sebagai anak rumahan yang patuh dan tunduk. Sejumlah pemberontakan kecilnya menjadi isu hangat di berbagai media massa, mulai dari tindikan di lidah ketika remaja, sampai penolakannya untuk bergabung dengan partai Forza Italia ayahnya.

Sebagian dari diri Barbara sangat fokus pada masalah moralitas. Peranan etika di dalam bisnis menjadi tema dari konferensi yang diselenggarakannya pada 2008 di Bocconi University, sebuah sekolah bisnis utama di Italia. Mengingat latar belakang tuduhan bisnis kotor yang dijalankan oleh ayahnya, hal ini terasa bagaikan ironi.

Tapi, ibu dua anak itu membela diri dan bersikeras bahwa tema konferensi tersebut bukan berbau politis.

"Konferensi itu adalah suatu cara bagiku untuk meyakini apa yang mungkin akan kulakukan di masa depan. Aku akan memiliki sejumlah tanggung jawab besar, dan aku akan memerlukan landasan moral yang solid" tegasnya.

Hingga kini, sejumlah tanggung jawab yang dijalankan Barbara antara lain terlibat dalam dunia seni, amal, serta dewan direksi. Dia juga sibuk mengasuh kedua putranya, buah cintanya bersama bankir Giorgio Valaguzza yang telah menjadi teman hidupnya selama beberapa waktu.

Saat berusia 19 tahun, perempuan yang dijuluki sebagai 'putri pemberontak' oleh pers Italia ini diangkat sebagai anggota dewan perusahaan yang dipegang ayahnya, Fininvest. Meski demikian, dia memilih membatasi peran tersebut sampai mendapatkan pengalaman lebih.

Ketika tsunami memorak-porandakan Asia pada 2004, ia dan seorang temannya, Francesca Versace, mendirikan badan amal Milano Young. Pada awalnya, yayasan tersebut mendanai bantuan bagi korban tsunami sebelum berkembang ke isu lain, seperti memberi beasiswa bagi orang asing yang belajar di Italia. Sedangkan di bidang seni, Barbara turut mendirikan Cardi Black Box, sebuah galeri seni di Milan yang juga membuka cabang di London.

Dengan segudang aktivitas berbeda yang dijalaninya, si pirang ini belum mampu memastikan langkah apa yang akan diambilnya kelak.

"Harus ada alasan yang sangat bagus bagiku untuk terjun ke dalam politik" kata perempuan yang mengaku memiliki passion di bidang penerbitan.

Meski banyak kritik dan kecaman yang dilayangkan terhadap ayahnya, Barbara dengan sepenuh hati tetap mendukungnya.

"Bahkan meski pun semuanya menentangnya, ayahku tetap berjuang untuk cita-citanya. Aku mengagumi hal itu dan berharap dapat melakukan hal yang sama. Tapi, dengan cita-citaku sendiri." (timesoneline/marieclaire/LI/OL-06)

AC Milan
Era kepemimpinan dinasti Berlusconi di AC Milan agaknya masih bakal terus berlanjut hingga waktu cukup lama. Seiring semakin menua usia Seilvio Berlusconi, kini sang putri, Barbara Berlusconi mulai digodok untuk menjadi pemimpin I Rossoneri masa depan.

Barbara Berlusconi memang tak langsung menjadi calon penerus ayahnya di kursi presiden. Dia memulai 'kawah candradimuka' melalui salahs atu jabatan di direksi Milan. Dan mulai Rabu (20/4) lalu, perempuan yang juga kekasih striker asal Brasil, Alexandre Pato ini resmi menjadi salah satu dari 13 direksi utama di Milan.

Namun, Barbara Berlusconi juga bukan satu-satunya calon pewaris takhta sang ayah. Sebelum dia, kakaknya, Paolo Berlusconi sudah lebih dulu bercokol di kursi direksi. Sejak Barbara masuk, kursi direksi utama yang semula hanya 12 ditambah satu menjadi 13.

Menurut wakil presiden Milan, Adriano Galliani, masuknya Barbara menjadi salah satu indikasi dinasti Berlusconi berharap bisa tetap eksis mendedikasikan kehidupannya di Milan.

Barbara Berlusconi diyakini bakal mewarisi jabatan Presiden AC Milan dari ayahnya, Silvio Berlusconi, suatu saat nanti dan ia sudah mulai menyusun rencana bagi I Rossoneri di masa depan yaitu untuk lebih fokus kepada para pemain muda.

Barbara sudah mulai dipersiapkan untuk memimpin Milan setelah ia diangkat sebagai anggota Dewan Direksi klub itu beberapa pekan lalu. Dan, kebanggaannya sebagai seorang pejabat baru menjadi semakin lengkap setelah Milan memastikan Scudetto musim ini usai menahan imbang AS Roma tanpa gol di Olimpico, Minggu dini hari WIB.

“Saya sangat senang kami berhasil mencapai target ini, tapi ini harus menjadi awal untuk membangun sebuah Milan yang baru,” kata Barbara kepada Corriere dello Sport.

“Skuad ini harus mampu bersaing di Eropa dan juga mampu memenuhi tuntutan ekonomis yang baru bagi sebuah klub sepakbola.

“Mimpi kami adalah melihat Milan meraih sukses sepanjang 25 tahun berikutnya. Apalagi, ini adalah klub dengan koleksi trofi yang paling banyak dibanding klub-klub lain di dunia dan kami tak ingin kehilangan rekor itu.”

Beberapa pemain veteran Milan seperti Andrea Pirlo, Clarence Seedorf, Massimo Ambrosini dan Pippo Inzaghi akan habis kontraknya musim panas ini dan tak tertutup kemungkinan mereka bakal dilepas untuk memberi ruang bagi regenerasi.

“Yang paling penting, saya ingin membangun sebuah tim yang fokus kepada para pemain muda,” kata Barbara yang kini mengencani Alexandre Pato, bintang termuda di Milan saat ini.

Taken from: Media Indonesia, Tribun News, Tempointeraktif

Sunday, May 15, 2011

Milan's 2011/2012 transfer target: Erik Lamela



Orang belum banyak yang tau siapa pemain ini. Saya kasih profil sekilas aja ya karena saya juga baru sebatas melihat kompilasi videonya di youtube. Pemain berusia 19 tahun ini bermain di klub besar Argentina, River Plate. Tinggi 183 cm berat 74 kg dan berposisi sebagai gelandang serang. Paling top adalah aksinya dalam sebuah pertandingan tim junior saat dia mencetak gol lewat tendangan rabona, salah satu tehnik tersulit dalam bermain sepakbola. Coba buka youtube.com lalu tulis keyword: Erik Lamela Rabona.

Sudah tentu pemain yang bisa melakukan itu bukan pemain sembarangan. Milan sebagai tim yang doyan bermain cantik dan menganut sepakbola menyerang jelas kepincut. Bandrol 20 juta euro diyakini gak bakal jadi masalah buat opa Berlusconi, dan diyakini pula dengan kemahiran Ariedo Braida sebagai juru negosiasi dan kharisma Adriano Galliani sebagai CEO, Lamela bisa bermain di Milan musim 2011/2012.

Sebelumnya ramai diberitakan Milan mengincar Paulo Ganso, wonderkid asal Brazil yang bermain di Santos. Tapi, harganya terlalu mahal dan Santos dikabarkan memagarinya dengan segala cara. Selain itu, Ganso sedang cedera selama 2 bulan, yang membuat tim medis Milan skeptis dan bisa saja mencapnya sebagai pemain yang memiliki injury prone tinggi. Lamela, dengan skill sepadan dan kebetulan sama2 berkaki kidal tentu menjadi alternatif yang realistis buat Milan ketimbang memaksakan diri membeli sang wonderkid dari Brazil.

Pemain muda potensial biasanya cocok dengan Milan. Lihatlah Pato. Di Milan sudah terkenal kental suasana kekeluargaannya. Selain itu, disana banyak sosok pemain senior yang layak dijadikan sebagai mentor bagi pemain muda. Milan memang memasang ekspektasi tinggi musim depan, dengan target juara liga champion. Lamela yang masih hijau diragukan mampu mengemban beban berat tersebut. Tapi dengan kepadatan jadwal Milan ditambah target tinggioleh sang presiden, Milan akan sangat terbantu perjalanannya jika memiliki pemain sepotensial Lamela.

Adalah tugas berat bagi Galliani dan Braida sebagai transfer guru Milan untuk memutuskan, apakah akan menggaet Lamela atau Ganso, atau bahkan Cristiano Ronaldo? atau mungkin juga Javier Pastore? Uang memang sudah disediakan, janji Berlusconi untuk mendaratkan pemain bintang di camp latihan Milanello sudah pernah diucapkan, tinggal bagaimana memanfaatkannya dengan bijak supaya target merajai eropa dan dunia tercapai dan Milan kembali menjadi tim yang pernah disebut2 sebagai tim terbaik dunia, yaitu The Dream Team pada era trio Belanda.

FORZA MILAN!!

Milan 18th Scudetto 2010/2011



Akhirnya penantian scudetto selama 7 tahun tercapai juga! Pastinya seluruh Milanisti di dunia larut dalam kegembiraan setelah selama 5 kali berturut2 scudetto direbut rival berat yaitu Inter.. Yah gak usahlah kita sekarang mikirin tetangga yang berisik itu, yg penting Milan sekarang makin ok dengan reformasi yang berjalan dan mengedepankan regenerasi pemain muda, seperti yang diharapkan Barbara Berlusconi sang putri mahkota calon pimpinan Milan masa depan.

Bicara regenerasi, Milan musim ini telah membuktikan bahwa hal itu bukan semata wacana. Max Allegri sebagai pelatih debutan di klub sebesar Milan dengan ekspektasi yang besar, tetap mampu menyisipkan darah-darah muda dalam laga Milan. Alexander Merkel adalah calon pemain top jika diberi kesempatan. Visinya mantap dan punya kepercayaan diri tinggi untuk memegang kendali lini tengah. Begitu pula Rodney Strasser yang punya tongkrongan kuat tapi dengan tehnik tinggi.

Pemain kunci pun masih masuk dalam kategori muda. Pato misalnya, dia masih 21 tahun tapi kematangannya udah mampu bikin pengamat bola berani memprediksi bahwa dialah calon perebut balon d'or dimasa 4-5 tahun mendatang. Asalkan dia masih dilingkungan kondusif Milan, kita bakal liat Pato yang dua-tiga kali lebih hebat dari sekarang. Thiago Silva bisa dibilang saat ini level permainannya telah mendunia. Ketenangannya setara John Terry, kepemimpinan sedikit lagi menyamai Paolo Maldini, ketajamannya sedikit lagi menyamai Nemanja Vidic, tapi semua itu masih dia bisa lewati karena dia sekarang baru 25 tahun, dan dia orang Brazil yang punya skill seperti layaknya seorang gelandang serang!

Ignazio Abate. Pemain ini adalah penemuan terbesar Allegri, walau ada andil dari Leonardo karena Leo adalah orang pertama yang memasangnya sebagai bek kanan musim lalu. Allegri kemudian menyempurnakannya dengan menyuruhnya berlatih fisik dan menambah kecepatan lari. Musim depan, Abate akan mampu mendunia jika mampu meningkatkan akurasi crossing serta lebih berani lagi menusuk ke kotak penalti lawan dan mencetak gol seperti halnya Dani Alves di Barcelona atau Sergio Ramos di Real Madrid. Dan Abate mampu melakukannya karena saat ini baru berusia 25 tahun!

Kevin Prince Boateng. Pemain ini sangat eksplosif dan cepat, sekaligus mampu memanfaatkan Brazilian connection di Milan. Dengan cepat skill gocekan dan passingnya menyamai level pemain2 Brazil di Milan. Dia seorang fast learner sekaligus petarung yang tidak mengenal kata kalah. Milan tidak akan kehabisan darah jika pemain ini berada dalam kondisi terbaiknya. Dan Boateng masih berusia 24 tahun!

Yah begitulah komentar singkat saya sebagai milanisti dari Indonesia. Kita lupakan sejenak musim depan, karena kita saat ini patut menikmati momen indah scudetto ini. FORZ MILAN!!