Pages

Wednesday, August 29, 2012

Kenapa Robin Van Persie Harus Pindah ke Manchester United


Robin Van Persie, yang ditunggu akhirnya datang
 
Saga transfer paling dinanti di musim baru 2012/2013 ini tidak lain adalah saga transfer penyerang asal Belanda, Robin Van Persie. Striker 29 tahun yang musim lalu menjadi pencetak gol terbanyak Liga Primer Inggris ini pada akhirnya berlabuh di klub rival, Manchester United dengan nilai transfer 24 juta poundsterling.

Van Persie mendapat gaji 200 ribu pound per minggu, ada pula yang menyebut 250 ribu, dan akan mengenakan kostum bernomor 20 yang terakhir digunakan oleh striker legendaris United, Ole Gunnar Solksjaer.

Setelah melalui saga yang melelahkan, Manchester United akhirnya yang menjadi pilihan sang penyerang mengalahkan Juventus dan Manchester City sebagai pesaing mereka. Dalam wawancaranya pasca perkenalan dengan tim barunya itu, Van Persie menyebut bahwa dia membutuhkan tantangan baru dari karirnya. “Tantangan” yang dapat juga diartikan sebagai trofi, sesuatu yang sulit ia dapatkan bersama Arsenal.

Bukannya mengikuti eksodus pemain Arsenal ke Manchester City, Van Persie justru memilih United. Sempat pula terdengar kabar bahwa sang pemain tertarik bergabung dengan Juventus, namun dengan situasi Juventus yang tengah kisruh akibat skandal pengaturan skor yang menimpa pelatih Antonio Conte, Van Persie akhirnya urung bergabung ke klub tersukses Italia asal kota Turin tersebut.

Tidak ada yang tahu apakah keputusan Van Persie benar atau salah sebelum musim 2012/2013 berakhir, tetapi memilih Manchester United adalah pilihan logis bagi sang striker yang kini dianggap sebagai pemain “nomor sembilan” terbaik dunia saat ini. Manchester City mungkin tim yang komplet, namun lini depan yang telah sesak dengan pemain bintang akan sangat membatasi peran the Dutchman. Selain itu tanpa mengecilkan pelatih lainnya, Sir Alex Ferguson adalah salah satu pelatih tersukses di Eropa yang telah teruji berkali-kali mampu mengeluarkan sisi terbaik anak asuhannya.

Ferguson pasti sadar sepenuhnya saat menyebut Van Persie adalah pemain yang akan menjadi penerus Eric Cantona, mantan anak emasnya yang mampu menjadi penyelesai serangan dengan kemampuan kelas dunia yang sekaligus menjadi katalis tim yang dibelanya.

Fergie juga menyebut bahwa kedatangan Van Persie akan menghindarkan United dari kegagalan pahit musim lalu saat hanya kalah selisih gol dari rival sekota Manchester City. Gol-gol sang penyerang akan mengubah peruntungan United. Kehadiran Van Persie juga diyakini akan membuat suksesi United berjalan mulus. Sudah veterannya Paul Scholes dan Ryan Giggs tentu memberikan lubang regenerasi yang menganga bagi United, dan Fergie menilai bahwa Van Persie siap mengemban harapan tersebut.

Bagaimana Van Persie bisa menyatu dengan taktik United? Mengingat potensi terbaik Van Persie keluar saat dimainkan sebagai ujung tombak, Fergie bisa dengan leluasa menempatkannya didepan Wayne Rooney atau Danny Welbeck, dengan Javier Hernandez sebagai pelapisnya. Dukungan dari Shinji Kagawa, Nani, Antonio Valencia, Tom Cleverley atau Paul Scholes juga siap didapatkannya.

Fergie perlu mencermati bahwa musim lalu banyak gol Van Persie berasal dari umpan terobosan brilian dari Alex Song. Untuk itu, Fergie perlu memaksimalkan peran pemain-pemain kreatif macam Kagawa, Scholes maupun Cleverley dengan kombinasi tusukan dari kedua sayap yang menjadi ciri khas serangan Manchester United selama ini. Tambahan lagi, kedatangan Van Persie kini membuat United memiliki dua striker yang menempati pos dua besar pencetak gol terbanyak Liga Primer Inggris musim lalu.

Hal lain yang perlu diperhatikan Fergie adalah Wayne Rooney. Keberadaan Van Persie-Rooney di lini depan United memang akan menggelorakan harapan para suporter akan terciptanya duet penyerang super, seperti yang terjalin pada Andy Cole-Dwight Yorke yang membawa United memenangi treble winner tahun 1999. Namun, Wayne Rooney bukanlah tipe penyerang yang “klik” dengan duetnya jika dilihat dari sepak terjangnya bersama United selama ini.

Rooney berkali-kali dikorbankan menjadi “orang kedua” saat Ruud Van Nistelrooy dan Cristiano Ronaldo masih bercokol di Old Trafford. Selepas kedua orang itu pergi, Rooney menjadi “bintang utama” United yang cenderung tidak dapat berbagi peran dengan rekan duetnya. Kombinasinya dengan Dimitar Berbatov, Danny Welbeck maupun Javier Hernandez memang tidaklah buruk, namun hanya Rooney yang terlihat paling bersinar ketimbang mereka. The Shrek sepertinya sulit untuk dikorbankan lagi.

Dilain pihak, Van Persie juga terbiasa dengan status bintang utama di Arsenal. Dengan reputasi sebagai pencetak gol terbanyak plus permainan yang sedang berada pada puncaknya, Van Persie boleh jadi tidak akan terima menjadi “pemain kedua” dibelakang Rooney. Adalah PR terbesar Fergie untuk mengatasi persoalan ini. Ditangannya kini telah terhampar dua senjata termutakhir di liga yang boleh jadi bagai pisau bermata dua. Boleh jadi membuat timnya semakin kuat, atau sebaliknya akan membuat kekuatan timnya terkikis karena ego kebintangan yang sulit dihilangkan dari keduanya.

Well, Van Persie tentu telah mempertimbangkan hal ini sebelum memutuskan pindah ke United. Peluang meraih gelar yang lebih besar bersama klub sesukses Manchester United membuatnya berani menerima segala beban dan menjawab segala tantangan yang kini berada dihadapannya, termasuk mengenai pembagian perannya dengan Wayne Rooney, partnernya kini. Dan melihat gol setengah volinya ke gawang Fulham minggu lalu, banyak suporter United yang pasti berpikir "Harusnya dari dulu punya yang begini."

2 comments:

  1. tulisannya bagus.. suka^^ hihihi.. cos gak menghakimi satu pihak..
    bener bgt RvP akan dilayani gelandang MU yg hobi ngumpan.. smangat RvP!!!

    ReplyDelete